Penyakit

Kenali 5 Jenis Hepatitis dan Penyebabnya

Ditulis oleh Ellen Nathania Yunita
25 Jun 2024
Thumbnail Kenali 5 Jenis Hepatitis dan Penyebabnya
Sumber: https://media.istockphoto.com/id/1400473688/photo/world-hepatitis-day-adult-hands-holding-donation-liver-on-pink-background-awareness-of.jpg?s=612x612&w=0&k=20&c=lplYipgYBV-hmD10Qqjc35zAo3-z907WhCNdR6q_s64=

Pada tanggal 28 Juli 2023, bertepatan dengan hari Hepatitis Sedunia, World Health Organization (WHO) mengangkat slogan “One life, one liver” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit Hepatitis. Hepatitis merupakan inflamasi yang terjadi pada hati. Hepatitis dapat menyebabkan kerusakan hati dan kanker hati sehingga menjadi penyebab kematian jutaan orang setiap tahunnya di seluruh dunia (WHO, 2023).

Hepatitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus, namun dapat juga disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, konsumsi alkohol, toksin, maupun kondisi kesehatan tertentu seperti autoimun (Mehta dan Reddivari, 2022). Hepatitis terbagi menjadi lima jenis yaitu A, B, C, D, dan E. Artikel ini akan membahas mengenai jenis-jenis hepatitis dan perbedaannya.

1. Hepatitis A

Hepatitis A disebabkan oleh konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi virus hepatitis A (VHA). Umumnya infeksi VHA terjadi pada lingkungan dengan sanitasi dan kesadaran higiene yang buruk (Hutin et al., 2017). Virus ini juga dapat ditularkan melalui hubungan sex oral-anal dengan orang yang terinfeksi VHA. Gejala yang umum dirasakan penderita hepatitis A seperti kelelahan, demam, penurunan nafsu makan yang menyebabkan penurunan berat badan drastis atau disebut anorexia, mual, muntah, urin berwarna gelap, dan kulit nampak kekuningan (Koenig dan Shastry, 2017). Hepatitis A dapat dicegah dengan memperbaiki sanitasi, selalu mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan setelah buang air, dan imunisasi (Metha dan Reddivari, 2022).

2. Hepatitis B

Hepatitis B dapat ditularkan melalui darah, cairan seminal, air liur, maupun cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi virus hepatitis B (VHB). Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bersamaan, serta transmisi vertikal dari ibu ke bayi selama masa kehamilan dan melahirkan. Gejala yang umum dirasakan penderita hepatitis B seperti kelelahan, penurunan nafsu makan, nyeri perut, mual, dan kulit tampak kekuningan. Hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi hepatitis B (CDC, 2023).

3. Hepatitis C

Hepatitis C disebabkan akibat kontak dengan darah orang yang terinfeksi virus hepatitis C (VHC). Virus ini dapat ditularkan melalui penggunaan jarum suntik bekas dan transfusi darah yang terkontaminasi (CDC, 2019). Gejala hepatitis C mirip dengan infeksi hepatitis B, yaitu penurunan nafsu makan, tidak enak badan, dan kelelahan. Namun, sebanyak 80% pasien yang terinfeksi hepatitis C tidak menimbulkan gejala dan kulit tidak berwarna kekuningan (Li dan Lo, 2015). Hingga saat ini belum ada vaksin untuk hepatitis C, pencegahan terbaik adalah dengan tidak menggunakan jarum suntik bekas pakai (CDC, 2019).

4. Hepatitis D

Infeksi virus Hepatitis D hanya dapat terjadi pada pasien yang telah terinfeksi virus hepatitis B. Virus hepatitis D hanya dapat bereplikasi jika pada tubuh inang terdapat virus hepatitis B. Infeksi virus hepatitis D bersamaan dengan infeksi hepatitis B disebut dengan koinfeksi, sementara infeksi virus hepatitis D setelah terinfeksi hepatitis B disebut dengan superinfeksi (CDC, 2019). Virus Hepatitis D ditransmisikan melalui kontak darah atau cairan tubuh pasien terinfeksi dengan kulit yang terbuka (WHO, 2019). Gejala yang dialami pasien hepatitis D mirip dengan gejala pada pasien hepatitis B. Infeksi hepatitis D meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati secara permanen yang disebut sirosis hati dibandingkan dengan pasien yang hanya terinfeksi virus hepatitis B (Wedemeyer dan Manns, 2010). Karena infeksi hepatitis D hanya dapat terjadi pada pasien yang terinfeksi hepatitis B, vaksinasi hepatitis B menjadi cara pencegahan paling optimal (CDC, 2019).

5. Hepatitis E

Mirip dengan hepatitis A, Hepatitis E disebabkan oleh konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi virus hepatitis E (HEV). Pada ibu hamil, khususnya pada trimester kedua dan ketiga, hepatitis E dapat meningkatkan risiko gagal hati serta kematian ibu dan janin. Gejala yang dialami pasien hepatitis diantaranya, demam, penurunan nafsu makan, mual dan muntah yang berlangsung berhari-hari, kulit kekuningan, urin berwarna gelap, dan feses berwarna pucat. Pencegahan hepatitis E dapat dilakukan melalui memperbaiki sanitasi, menyiapkan makanan dan setelah buang air, serta menghindari konsumsi air dan es yang tidak diketahui higienitasnya (WHO, 2023).

Artikel direview oleh Apt. Raspati Dewi Mulyaningsih, S.Farm

Referensi :

  • CDC. (2019). Hepatitis D Information For Health Professionals. Tersedia daring pada: https://www.cdc.gov/hepatitis/hdv/index.htm. [Diakses 17 Agustus 2023]
  • CDC. (2023). Hepatitis B. Tersedia daring pada: https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/index.htm#:~:text=Hepatitis%20B%20Information&text=Hepatitis%20B%20is%20a%20vaccine. [Diakses 17 Agustus 2023]
  • CDC. (2019). Hepatitis C Information. Tersedia daring pada: https://www.cdc.gov/hepatitis/hcv/index.htm. [Diakses 17 Agustus 2023]
  • ‌Li HC dan Lo SY. (2015). Hepatitis C virus: Virology, diagnosis and treatment. World J Hepatol. Vol. 7 (10).
  • Koenig KL, Shastry S, Burns MJ. 2017. Hepatitis A Virus: Essential Knowledge and a Novel Identify-Isolate-Inform Tool for Frontline Healthcare Providers. West J Emerg Med. Vol. 18(6).
  • Hutin Y, Low-Beer D, Bergeri I, Hess S, Garcia-Calleja JM, Hayashi C, Mozalevskis A, Rinder Stengaard A, Sabin K, Harmanci H, Bulterys M. (2017). Viral Hepatitis Strategic Information to Achieve Elimination by 2030: Key Elements for HIV Program Managers. JMIR Public Health Surveill. Vol. 3(4).
  • ‌Wedemeyer H, Manns MP. (2010). Epidemiology, pathogenesis and management of hepatitis D: update and challenges ahead. Nat Rev Gastroenterol Hepatol. Vol. 7(1).
  • World Health Organization. (2023). WHO launches ‘One life, one liver’ campaign on World Hepatitis Day. Tersedia daring pada: https://www.who.int/news/item/28-07-2023-who-launches--one-life--one-liver--campaign-on-world-hepatitis-day. [Diakses 17 Agustus 2023]
  • World Health Organization (2019). Hepatitis D. Tersedia daring pada: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-d. [Diakses 17 Agustus 2023]
  • World Health Organization (2023). Hepatitis E. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-e#:~:text=In%20rare%20cases%2C%20acute%20hepatitis,failure%2C%20fetal%20loss%20and%20mortality. [Diakses 17 Agustus 2023]