Obat

Statin, Langkah Awal Pencegahan Penyakit Kardiovaskular

Ditulis oleh apt. Syahrul Hidayat, S. Farm.
23 Mei 2024
Thumbnail Statin, Langkah Awal Pencegahan Penyakit Kardiovaskular
Sumber: Ilustrasi pengambilan darah untuk cek kadar kolesterol (Unsplash.com/Hush Naidoo Jade Photography).

Definisi

Statin adalah golongan obat yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) dalam darah dengan cara menghambat enzim HMG-CoA reductase, enzim yang bertanggungjawab dalam proses pembentukan kolesterol (Ward et al, 2019). Kolesterol LDL sering disebut sebagai "kolesterol jahat", dan statin mengurangi produksinya di dalam hati. Statin seringkali diresepkan oleh dokter bagi pasien dengan kolesterol tinggi untuk menurunkan jumlah kolesterol total dan mengurangi risiko serangan jantung atau stroke (NHS, 2022; Pruthi, 2022).

Kadar kolesterol LDL tinggi dapat membahayakan tubuh. Bahaya yang ditimbulkan berupa pengerasan dan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) dan penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular merupakan istilah umum yang menggambarkan penyakit jantung atau pembuluh darah (NHS, 2022). Berdasarkan Global Burden of Disease dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia sampai saat ini (Kemenkes, 2022).


Jenis-jenis penyakit kardiovaskular

Terdapat beberapa jenis penyakit kardiovaskular, di antaranya (NHS, 2022):

  • Penyakit Jantung Koroner (PJK) – Terjadi akibat suplai darah ke jantung terbatas
  • Angina – Nyeri dada yang akibat kekurangan aliran darah ke otot jantung
  • Serangan Jantung – Penyumbatan tiba-tiba suplai darah ke jantung
  • Stroke iskemik - terjadi ketika gumpalan darah atau partikel lain menyumbat pembuluh darah ke otak
  • Stroke hemoragik - terjadi ketika arteri di otak mengeluarkan darah atau pecah (terbuka). Darah yang bocor memberi terlalu banyak tekanan pada sel-sel otak, yang merusaknya.


Jenis-jenis obat statin

Dalam mencegah penyakit kardiovaskular, statin biasanya dibuat dalam bentuk tablet dan diresepkan untuk dapat digunakan sekali sehari. Statin harus terus dikonsumsi seumur hidup untuk tetap mengontrol kadar kolesterol dalam darah (NHS, 2022).

Terdapat 5 jenis statin yang beredar di pasaran, yaitu:

  • Pravastatin
  • Simvastatin
  • Lovastatin
  • Fluvastatin
  • Atorvastatin
  • Rosuvastatin

Statin dianggap sebagai pilihan pengobatan yang hemat biaya untuk penyakit kardiovaskular karena statin telah terbukti dapat mengurangi semua penyebab kematian termasuk penyakit kardiovaskular fatal dan non-fatal serta kebutuhan revaskularisasi bedah atau angioplasti setelah serangan jantung (Anderson et al, 2016). Statin dapat menurunkan risiko kejadian kardiovaskular (serangan jantung, stroke, revaskularisasi koroner, dan kematian koroner) secara signifikan sampai 22% (Mihaylova et al, 2012).

Tabel 1. Intensitas Statin (Grundy et al, 2000)

Statin Intensitas rendah
20-25% ↓ LDL
Intensitas sedang
30-49%↓ LDL
Intensitas tinggi
≥50%↓ LDL

Lovastatin 10-20 mg 40-80 mg -
Pravastatin 10-20 mg 40-80 mg -
Simvastatin 10 mg 20-40 mg -
Fluvastatin 20-40 mg 80 mg -
Pitavastatin - 1-4 mg -
Atorvastatin 5 mg 10-20 mg 40-80 mg
Rosuvastatin - 5-10 mg 20-40 mg


Seluruh jenis statin dianggap memiliki efektivitas yang sama. Akan tetapi berdasarkan kemampuannya dalam menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah, statin terbagi dalam tiga kategori (Tabel 1), yaitu: intensitas rendah, intensitas sedang, dan intensitas tinggi (Grundy et al, 2000). Statin intensitas rendah mampu menurunkan 20-25% kadar kolesterol LDL, statin intensitas sedang menurunkan kadar kolesterol LDL 30 % - 49 %, dan statin intensitas tinggi (Rosuvastatin dan atorvastatin) mampu menurunkan kadar kolesterol darah bahkan di atas 50 % (Grundy et al, 2000).

Studi klinis menunjukkan bahwa rosuvastatin pada dosis 10 – 40 mg per hari dapat menurunkan kadar kolesterol LDL sebesar 45,8 % - 54,6 % atau setara 3x lipat efektivitas atorvastatin (Adams et al, 2014).

Keunikan lain dari rosuvastatin adalah memiliki kelarutan dalam lemak (hidrofilisitas) yang tinggi sehingga dapat diserap secara maksimal oleh hati. Selain itu, rosuvastatin memiliki bioavailabilitas yang rendah serta metabolisme minimal via enzim CYP450 3A4, yaitu enzim yang terlibat dalam metabolisme kebanyakan obat (Kostapanos et al, 2010). Artinya, rosuvastatin memiliki risiko interaksi obat lebih kecil dibandingkan atorvastatin, lovastatin, dan simvastatin yang dimetabolisme secara ekstensif oleh CYP450 3A4 (Elsby et al, 2012).

PERHATIAN
Bagian mana pun dalam konten sebaiknya tidak dianggap atau digunakan sebagai pengganti untuk saran, diagnosis, dan atau perawatan medis.


Ditinjau oleh: apt. Neily Zakiyah, M.Sc., Ph.D.

Referensi

Adams SP, Sekhon SS, Wright JM. 2014. Lipid-lowering efficacy of rosuvastatin. Cochrane Database Syst Rev. Vol. 2014(11): CD010254.

Anderson TJ, Gregoire J, Pearson GJ, Barry AR, Couture P, Dawes M, Francis GA, Genest J Jr, Grover S, Gupta M, Hegele RA, Lau DC, Leiter LA, Lonn E, Mancini GB, McPherson R, Ngui D, Poirier P, Sievenpiper JL, Stone JA, Thanassoulis G, Ward R. 2016. Canadian Cardiovascular Society Guidelines for the Management of Dyslipidemia for the Prevention of Cardiovascular Disease in the Adult. Can J Cardiol. Vol 32(11): 1263-1282.

Elsby R, Hilgendorf C, Fenner K. 2012. Understanding the critical disposition pathways of statins to assess drug-drug interaction risk during drug development: it's not just about OATP1B1. Clin Pharmacol Ther. Vol. 92(5): 584-598.

Grundy SM, Feingold KR. 2000. Guidelines for the Management of High Blood Cholesterol. [Updated 2022 May 28]. In: Feingold KR, Anawalt B, Boyce A, et al., editors. Endotext [Internet]. South Dartmouth (MA): MDText.com, Inc.; 2000-. Table 2. [Categories of Intensities of Statins]. Available at https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK305897/table/lipid_risk-mgt-hbc.T.categories_of_inten/. [Diakses pada 4 Januari 2023].

Kemenkes. 2022. Penyakit jantung penyebab utama kematian, kemenkes perkuat layanan primer. Available at https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220929/0541166/penyakit-jantung-penyebab-utama-kematian-kemenkes-perkuat-layanan-primer/. [Diakses pada 4 Januari 2023].

Kostapanos MS, Milionis HJ, Elisaf MS. 2010. Rosuvastatin-associated adverse effects and drug-drug interactions in the clinical setting of dyslipidemia. Am J Cardiovasc Drugs. Vol. 10(1): 11-28.

Mihaylova B, Emberson J, Blackwell L, Keech A, Simes J, Barnes EH, Voysey M, Gray A, Collins R, Baigent C. 2012. The effects of lowering LDL cholesterol with statin therapy in people at low risk of vascular disease: meta-analysis of individual data from 27 randomised trials. Lancet. Vol. 380(9841): 581-90.

NHS. 2022. Statins. Available at https://www.nhs.uk/conditions/statins/. [Diakses pada 4 Januari 2023].

Pruthi, S. 2022. Statin side effects: Weigh the benefits and risks. Available at https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/statin-side-effects/art-20046013. [Diakses pada 4 Januari 2023].

Ward NC, Watts GF, Eckel RH. 2019. Statin toxicity: mechanistic insights and clinical implications. Circulation research. Vol. 124: 328-350.