Kesehatan

Apa itu Peptida? Apa Saja Manfaat Peptida untuk Tubuh?

Ditulis oleh Apt. Tiara Annisa Sekarjati
20 Apr 2024
Thumbnail Apa itu Peptida? Apa Saja Manfaat Peptida untuk Tubuh?
Sumber: https://id.pinterest.com/pin-builder/?description=Peptides

Apa itu Peptida?

Peptida adalah molekul yang dihasilkan dari penyatuan dua atau lebih asam amino (AA) melalui ikatan amida. Istilah “peptida” dan “protein” harus dibedakan. Perbedaannya adalah bahwa tidak semua peptida membentuk protein, tetapi semua protein terdiri dari peptida. Protein adalah peptida besar (polipeptida) yang mengandung 50 atau lebih asam amino atau molekul yang terdiri dari beberapa sub unit peptida (Korhonen dan Pihlanto, 2003). Beberapa peptida yang merupakan bagian dari protein dengan urutan asam amino yang spesifik yang memiliki aktivitas biologi disebut sebagai peptida bioaktif (Sanchez dan Vazquez, 2017).

Peptida bioaktif telah mendapat perhatian besar dalam industri kosmetik karena potensinya dalam meningkatkan kesehatan dan kecantikan kulit. Fragmen protein kecil ini menunjukkan berbagai aktivitas biologis, seperti aktivitas antioksidan, anti penuaan, anti inflamasi, dan antimikroba, menjadikannya bahan ideal untuk formulasi kosmetik. Sumber alami peptida, seperti hewan, tumbuhan, dan sumber laut, telah diidentifikasi sebagai sumber utama ekstraksi peptida kosmetik melalui berbagai teknik (misalnya hidrolisis enzimatik, ultrafiltrasi, fermentasi, dan kromatografi cair kinerja tinggi) (Ngoc, dkk., 2023).

Ada ratusan peptida, yang umumnya dikelompokkan ke dalam kategori berikut (Yildiz, 2010):

  1. Dipeptida: terdiri dari dua asam amino
  2. Tripeptida: terdiri dari tiga asam amino
  3. Oligopeptida: terdiri dari dua hingga 20 asam amino
  4. Polipeptida: terdiri dari lebih dari 20 asam amino

Manfaat Peptida Bagi Tubuh

1. Memperbaiki Kondisi Kulit

Peptida meningkatkan kesehatan kulit dengan meningkatkan perbaikan jaringan, mengurangi peradangan dan meningkatkan kolagen (Lee, dkk., 2023). Menurut penelitian yang dipublikasikan di Clinics in Dermatology, peptida digunakan dalam industri dermatologi dan perawatan kulit untuk memperbaiki masalah kulit, seperti peradangan, pigmentasi, proliferasi dan migrasi sel, serta perubahan angiogenesis (pembuatan pembuluh darah baru) (Zhang dan Falla, 2009). Sebuah artikel review yang diterbitkan di Frontiers in Cellular and Infection Microbiology menunjukkan bahwa peptida antimikroba berpotensi untuk memodulasi respon imun, meningkatkan penyembuhan luka dan mencegah adhesi pasca operasi (Mahlapuu, 2016).

2. Mengurangi Garis dan Kerutan

Peptida meningkatkan produksi kolagen dan elastin alami tubuh. Garis-garis halus dan kerutan dapat diperbaiki dengan serum atau gel anti penuaan yang mengandung peptida dan juga dapat meningkatkan tekstur dan kejernihan kulit (Al-Atif, 2022).

3. Meningkatkan Perbaikan Jaringan

Menurut penelitian dalam International Journal of Molecular Sciences, peptida pada tubuh manusia yang disebut GHK (glisil-L-histidyl-L-lysine) telah menunjukkan kemampuan untuk meningkatkan perbaikan jaringan pada kulit, jaringan ikat paru-paru, jaringan tulang, hati dan lambung (Pickart dan Margolina, 2018).

4. Meningkatkan Kekuatan Otot

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman, pria lanjut usia dengan kehilangan massa otot rangka secara degeneratif menambahkan suplementasi peptida kolagen dan pelatihan ketahanan ke dalam rutinitas mereka selama 12 minggu. Hal ini berpengaruh pada peningkatan massa otot rangka (Zdzieblik, dkk., 2015).

5. Mencegah Resiko Diabetes

Peptida membantu mengurangi kadar glukosa darah dan secara signifikan meningkatkan penyerapan glukosa. Penelitian menunjukkan bahwa peptida saat ini merupakan salah satu agen terapeutik potensial yang paling banyak diteliti untuk diabetes, dan sejumlah peptida alami dan sintetis telah terbukti menyebabkan efek antidiabetes, seperti Saffron (Crocus sativus L.), produk alami dengan efek sensitisasi insulin dan hipoglikemik. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kunyit memiliki efek hipoglikemik melalui induksi sensitivitas insulin, meningkatkan sinyal insulin, dan mencegah kegagalan sel β (Khan, dkk., 2018).

6. Menurunkan Kolesterol

Tubuh kita membutuhkan kadar kolesterol yang tepat untuk produksi vitamin D dan hormon steroid. Namun, terlalu banyak kolesterol dalam darah dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang serius, termasuk pembentukan plak di arteri dan bahkan berkurangnya aliran oksigen ke jantung. Studi menunjukkan bahwa peptida mampu menghambat aktivitas lipase dan mengikat asam empedu, sehingga memungkinkan kemampuannya untuk menurunkan kadar kolesterol (Ajayi, dkk., 2021).

7. Menurunkan Tekanan Darah

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan di Nutrients menemukan bahwa peptida dari kasein mungkin efektif dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian lebih lanjut menemukan bahwa peptida dalam makanan dapat menurunkan tekanan darah, dan bahkan telah dipelajari sebagai pengobatan hipertensi (Liao, dkk., 2021).

8. Merangsang Pertumbuhan Rambut

Studi menunjukkan bahwa peptida GHK bekerja merangsang folikel rambut dan mempercepat pertumbuhan rambut (Pickart dan Margolina, 2018). Para peneliti menemukan bahwa peptida berfungsi memperbaiki sel, mengurangi peradangan, menekan radikal bebas, meningkatkan ukuran folikel rambut, dan meningkatkan keberhasilan transplantasi rambut (Pickart, 2008).

Artikel direview oleh Apt. Raspati Dewi Mulyaningsih, S.Farm

Referensi

  • Ajayi, F. F., Mudgil, P., Gan, C. Y., & Maqsood, S. (2021). Identification and characterization of cholesterol esterase and lipase inhibitory peptides from amaranth protein hydrolysates. Food chemistry: X, 12, 100165.
  • Al-Atif, H. (2022). Collagen supplements for aging and wrinkles: a paradigm shift in the fields of dermatology and cosmetics. Dermatology practical & conceptual, 12(1).
  • Khan, H., Nabavi, S. M., & Habtemariam, S. (2018). Anti-diabetic potential of peptides: Future prospects as therapeutic agents. Life sciences, 193, 153-158.
  • Korhonen, H., & Pihlanto, A. (2003). Food-Derived Bioactive Peptides-Opportunities For Designing Future Foods. Current Pharmaceutical Design, 9(16), 1297-1308.
  • Lee, Y. C. J., Javdan, B., Cowan, A., & Smith, K. (2023). More Than Skin Deep: Cyclic Peptides As Wound Healing And Cytoprotective Compounds. Frontiers in Cell and Developmental Biology, 11, 1195600.
  • Liao, W., Sun, G., Xu, D., Wang, Y., Lu, Y., Sun, J., ... & Wang, S. (2021). The blood-pressure-lowering effect of food-protein-derived peptides: A meta-analysis of recent clinical trials. Foods, 10(10), 2316.
  • Mahlapuu, M., Håkansson, J., Ringstad, L., & Björn, C. (2016). Antimicrobial peptides: an emerging category of therapeutic agents. Frontiers in cellular and infection microbiology, 194.
  • Ngoc, L. T. N., Moon, J. Y., & Lee, Y. C. (2023). Insights into Bioactive Peptides in Cosmetics. Cosmetics, 10(4), 111.
  • Pickart, L. (2008). The human tri-peptide GHK and tissue remodeling. Journal of Biomaterials Science, Polymer Edition, 19(8), 969-988.
  • Pickart, L., & Margolina, A. (2018). Regenerative and protective actions of the GHK-Cu peptide in the light of the new gene data. International journal of molecular sciences, 19(7), 1987.
  • Sánchez, A., & Vázquez, A. (2017). Bioactive Peptides: A Review. Food Quality and Safety, 1(1), 29-46.