Penyakit

Vaksinasi Dengue Guna Membentengi Anak dari Demam Berdarah

Ditulis oleh Gloria Mahayarni Lastiar
25 Jul 2024 07:45
Thumbnail Vaksinasi Dengue Guna Membentengi Anak dari Demam Berdarah
Sumber: Sumber ilustrasi: https://stock.adobe.com/id/images/dengue-virus-positive

Tingginya angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia turut menimbulkan kekhawatiran. Menurut data dari Kemenkes RI tahun 2023, kasus DBD mencapai lebih dari 114 ribu kasus dan menyebabkan 894 kematian. Kasus demam berdarah Januari-Maret 2024 meningkat hampir 3 kali lipat dari periode yang sama di tahun 2023 (Kemenkes RI, 2023; Kemenkes RI, 2024).

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang hidup dan berkembang biak di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti yang sampai ke tubuh manusia. Gejala demam berdarah yang paling umum adalah demam yang mendadak tinggi hingga 40 derajat celsius selama 2-7 hari, diikuti dengan mual, muntah, ruam kemerahan pada kulit, sakit dan nyeri (nyeri mata, biasanya di belakang mata, nyeri otot, sendi, atau tulang) (CDC, 2023).

Hingga saat ini belum ada antivirus khusus untuk mengobati DBD (Lee, dkk., 2023). Pengobatan yang biasa dilakukan di rumah sakit berfokus pada penanggulangan gejala. Mengingat banyaknya kasus DBD di Indonesia, maka diperlukan pencegahan dan penurunan tingkat keparahannya. Kehadiran vaksin Dengue di Indonesia yang mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2016 membawa harapan baru dalam pengendalian demam berdarah. Dengue menunjukkan manifestasi klinis yang luas, mulai dari demam biasa, hingga berat seperti syok hipovolemik yang dapat berakibat kematian (Wang, dkk., 2020). Oleh karena itu, vaksin Dengue membantu mengurangi risiko keparahan infeksi Dengue.

Vaksin Dengue yang telah disetujui oleh BPOM di Indonesia meliputi Chimeric Yellow fever 17D Virus Tetravalent Dengue Vaccine (CYD-TDV) dan vaksin TAK-003. Keduanya adalah vaksin jenis tetravalen yang mampu memberikan perlindungan terhadap empat jenis virus Dengue, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Vaksin ini berasal dari virus Dengue yang dilemahkan sehingga dapat merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi (Angelin, dkk., 2023)

Vaksin CYD-TDV memiliki efektifitas terbaik pada kelompok usia 9-16 tahun yang sebelumnya sudah pernah terinfeksi virus Dengue (seropositif) (BPOM RI, 2018). Pada kelompok usia di bawah 9 tahun akan meningkatkan resiko Dengue yang berat. Vaksin CYD-TDV diberikan dalam 3 dosis dengan interval pemberian 6 bulan (BPOM RI, 2016; IDAI, 2023).

Sementara itu, vaksin TAK-003 memiliki efektifitas terbaik pada kelompok usia 6-45 tahun dengan seropositif maupun seronegatif (belum memiliki antibodi terhadap virus Dengue) (Sáez-Llorens, dkk., 2023). Studi klinik pada kelompok usia di bawah 6 tahun menunjukkan efikasi yang lebih rendah dibandingkan pada kelompok usia 6-45 tahun dan efikasi pada kelompok usia di atas 45 tahun belum dapat dipastikan. Vaksin TAK-003 diberikan dalam 2 dosis dengan interval pemberian 3 bulan (BPOM RI, 2022; IDAI 2023). Konfirmasi seropositif pada anak yang pernah mengalami DBD dapat diketahui melalui deteksi antigen (Dengue rapid test NS-1 atau PCR ELISA) atau tes serologi IgM anti Dengue. Apabila anak belum pernah sakit Dengue, dilakukan tes serologi IgG anti Dengue (IDAI, 2023).

Saat ini, vaksin Dengue hanya tersedia di klinik atau rumah sakit terdekat atau pada praktik dokter anak swasta. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melaksanakan vaksin Dengue. Jangan sampai terlambat. Jangan tunggu sakit terlebih dahulu. Cegah DBD sedini mungkin.

Artikel direview oleh Apt. Raspati Dewi Mulyaningsih, S.Farm

Referensi:

  • Angelin M, Sjölin J, Kahn F, Ljunghill Hedberg A, Rosdahl A, Skorup P, Werner S, Woxenius S, Askling HH. 2023. Qdenga® - A promising dengue fever vaccine; can it be recommended to non-immune travelers? Travel Med Infect Dis. Vol. 54(102598).
  • BPOM RI. 2016. Badan POM Menyetujui Izin Edar Vaksin Dengue di Indonesia. Diakses pada 7 Mei 2024. https://www.pom.go.id/berita/badan-pom-menyetujui-izin-edar-vaksin-dengue-di-indonesia
  • BPOM RI. 2018. Penjelasan Badan Pom Ri Terkait Isu Keamanan Vaksin Dengue (Demam Berdarah). Diakses pada 6 Mei 2024. https://www.pom.go.id/penjelasan-publik/penjelasan-badan-pom-ri-terkait-isu-keamanan-vaksin-dengue-demam-berdarah-2
  • BPOM RI. 2022. Persetujuan Izin Edar Vaksin Dengue (Qdenga) untuk Usia 6–45 Tahun. 2022. Diakses pada 6 Mei 2024. https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/659/Persetujuan-Izin-Edar-Vaksin-Dengue--Qdenga--untuk-Usia-6---45-Tahun.html
  • CDC. 2024. Symptoms of Dengue and Testing. Diakses pada 6 Mei 2024. https://www.cdc.gov/dengue/signs-symptoms/index.html
  • IDAI. 2023. Jadwal Imunisasi IDAI 2023. Diakses pada 6 Mei 2024. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-anak-idai
  • Lee MF, Wu YS, Poh CL. 2023. Molecular Mechanisms of Antiviral Agents against Dengue Virus. Viruses. 15(3): 705.
  • Sáez-Llorens, X., Biswal, S., Borja-Tabora, C., Fernando, L., Liu, M., Wallace, D., Folschweiller, N., Reynales, H., LeFevre, I., & TIDES Study Group. 2023. Effect of the Tetravalent Dengue Vaccine TAK-003 on Sequential Episodes of Symptomatic Dengue. The American journal of tropical medicine and hygiene. 108(4): 722–726.
  • Wang WH, Urbina AN, Chang MR, Assavalapsakul W, Lu PL, Chen YH, Wang SF. 2020. Dengue hemorrhagic fever - A systemic literature review of current perspectives on pathogenesis, prevention and control. J Microbiol Immunol Infect. 53(6): 963-978.


Komentar

Belum ada komentar