Kesehatan

Teh: Sederhana, Tapi Banyak Manfaatnya!

Ditulis oleh Ellen Nathania Yunita
16 Jun 2024
Thumbnail Teh: Sederhana, Tapi Banyak Manfaatnya!
Sumber: https://cdn.britannica.com/12/180112-138-DBC1C64A/tea-cultivation-brewing.jpg?w=800&h=450&c=crop

Teh tentunya sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Umumnya teh disajikan dengan menyeduh daun dari tumbuhan teh (Camellia sinensis). Teh bukan hanya sekedar sajian biasa namun telah menjadi bagian dari gaya hidup. Kebiasaan minum teh telah menjangkau seluruh golongan, tanpa mengenal batasan kelas sosial. Hal ini membawa teh menempati posisi kedua sebagai minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air (Lindner dan Jannik, 2024).

 Manfaat teh bagi kesehatan telah dikenal sejak lama. Kandungan polifenol seperti katekin dan theaflavin dalam teh hijau dan hitam berperan bagi kesehatan. Dalam segelas teh terkandung 30–42% katekin yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh seperti antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, antiobesitas dan antikanker (Musial et al., 2020). Artikel ini akan membahas berbagai manfaat konsumsi teh bagi kesehatan.

1. Penyakit Kardiovaskuler

Konsumsi teh hijau dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler. Sebuah studi meta analisis yang dilakukan oleh Pang et al, kelompok yang mengkonsumsi teh hijau satu gelas per hari menunjukkan penurunan risiko penyakit kardiovaskuler termasuk pendarahan pada otak dan infark miokardial dibanding kelompok tanpa konsumsi teh (Pang et al., 2016). Teh hijau dapat meningkatkan aktivitas enzim yang berperan dalam melindungi sel dari oksidan bebas. Kandungan katekin dalam teh hijau juga dapat mencegah plak pada pembuluh darah arteri dengan menurunkan absorbsi trigliserida dan kolesterol (Raederstorff DG et al., 2003).

2. Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker

Kanker merupakan penyakit yang disebabkan akibat pertumbuhan sel secara tidak normal dan tidak terkendali (WHO, 2019). Konsumsi teh menunjukkan efek positif terhadap beberapa jenis kanker. Teh hijau mengandung epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker. Senyawa ini berperan dalam pencegahan kanker usus besar, ginjal, payudara dan otak serta leukemia (Chen et al., 2020).

3. Menurunkan Risiko Gangguan Kognitif

Gangguan kognitif merupakan kerusakan pada saraf yang menyebabkan penurunan kemampuan untuk mengingat, memecahkan masalah, dan daya tanggap (Dhakal dan Bobrin, 2024). Konsumsi teh rutin dapat menurunkan risiko gangguan kognitif (Feng et al., 2017). Teh banyak mengandung antioksidan yang penting dalam melindungi sel saraf dari kerusakan. Antioksidan berperan dalam menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan struktur dan komponen saraf Akbarialiabad et al., 2021).

4. Meningkatkan Metabolisme Glukosa

Glukosa atau gula yang berasal dari makanan yang dikonsumsi akan dimetabolisme oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Metabolisme glukosa yang tidak optimal menyebabkan kadar glukosa dalam darah tinggi yang dapat berkembang menjadi diabetes (Diabetes SG, 2021). Kandungan EGCG dalam teh hijau dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan metabolisme gula sehingga membantu mencegah perkembangan diabetes tipe 2 (Ortsater et al., 2012). Konsumsi teh secara rutin berpotensi mencegah komplikasi pada pasien dengan diabetes (Fu et al., 2017).

5. Menjaga Kesehatan Kulit

Kulit merupakan organ terluar yang melindungi bagian dalam tubuh dari bahaya seperti benturan, kotoran, maupun zat kimia. Keindahan kulit dapat mempengaruhi penampilan seseorang sehingga penting untuk menjaga kesehatan kulit. Teh memiliki aktivitas antiinflamasi dan antioksidan yang dapat melindungi kulit dari kerutan, terbakar matahari, dan efek negatif sinar UV yang dapat merusak kulit (Koch et al., 2019).

Artikel direview oleh Apt. Raspati Dewi Mulyaningsih, S.Farm

Referensi

  • Akbarialiabad, H., Dahroud, M.D., Khazaei, M.M., Razmeh, S. and Zarshenas, M.M. (2021). Green Tea, A Medicinal Food with Promising Neurological Benefits. Current Neuropharmacology, 19(3), pp.349–359. Doi: https://doi.org/10.2174/1570159x18666200529152625.
  • Chen, BH., Hsieh, CH., Tsai, SY. et al. Anticancer effects of epigallocatechin-3-gallate nanoemulsion on lung cancer cells through the activation of AMP-activated protein kinase signaling pathway. Sci Rep 10, 5163 (2020). https://doi.org/10.1038/s41598-020-62136-2
  • Dhakal, A. and Bobrin, B.D. (2024). Cognitive Deficits.Tersedia daring pada: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559052/#:~:text=Cognitive%20disorders%20are%20defined%20as%20any%20disorder [Diakses pada 13 Mar. 2024].
  • Diabetes SG. (2021). Managing diabetes: Blood glucose. Tersedia daring pada: https://www.diabetes.org.sg/resource/managing-diabetes/.
  • Feng, L., Li, J., Ng, T. P., Lee, T. S., Kua, E. H., & Zeng, Y. (2012). Tea drinking and cognitive function in oldest-old Chinese. The journal of nutrition, health & aging, 16(9), 754–758. https://doi.org/10.1007/s12603-012-0077-1
  • ‌Fu, Q. Y., Li, Q. S., Lin, X. M., Qiao, R. Y., Yang, R., Li, X. M., Dong, Z. B., Xiang, L. P., Zheng, X. Q., Lu, J. L., Yuan, C. B., Ye, J. H., & Liang, Y. R. (2017). Antidiabetic Effects of Tea. Molecules (Basel, Switzerland), 22(5), 849. https://doi.org/10.3390/molecules22050849
  • Koch, W., Zagórska, J., Marzec, Z., & Kukula-Koch, W. (2019). Applications of Tea (Camellia sinensis) and its Active Constituents in Cosmetics. Molecules (Basel, Switzerland), 24(23), 4277. https://doi.org/10.3390/molecules24234277
  • Lindner dan Jannik. (2024). Must-Know Tea Drinkers Statistics. Tersedia daring pada: https://gitnux.org/tea-drinkers-statistics/#:~:text=Tea%20is%20the%20most%20consumed [Diakses pada 27 Mar. 2024].
  • Musial, C., Kuban-Jankowska, A., & Gorska-Ponikowska, M. (2020). Beneficial Properties of Green Tea Catechins. International journal of molecular sciences, 21(5), 1744. https://doi.org/10.3390/ijms21051744
  • Ortsater H., Grankvist N., Wolfram S., Kuehn N., Sjoholm A. Diet supplementation with green tea extract epigallocatechin gallate prevents progression to glucose intolerance in db/db mice. Nutr. Metab. 2012;9:11. doi: 10.1186/1743-7075-9-11.
  • Pang, J., Zhang, Z., Zheng, T., Bassig, B.A., Mao, C., Liu, X., Zhu, Y., Shi, K., Ge, J., Yang, Y., Dejia-Huang, Bai, M. and Peng, Y. (2016). Green tea consumption and risk of cardiovascular and ischemic related diseases: A meta-analysis. International Journal of Cardiology, 202, pp.967–974. doi:https://doi.org/10.1016/j.ijcard.2014.12.176.
  • Raederstorff, D. G., Schlachter, M. F., Elste, V., & Weber, P. (2003). Effect of EGCG on lipid absorption and plasma lipid levels in rats. The Journal of nutritional biochemistry, 14(6), 326–332. https://doi.org/10.1016/s0955-2863(03)00054-8
  • World Health Organization (2019). Cancer. Tersedia daring pada: https://www.who.int/health-topics/cancer#tab=tab_1. [Diakses pada 23 April 2024]