Seorang lansia berusia sekitar 70 tahun mengeluhkan perubahan warna tinja yang dialaminya selama beberapa hari terakhir. Tinja yang awalnya tampak lebih gelap, kemudian berubah menjadi hitam pekat menyerupai aspal. Warna ini berbeda dengan tinja coklat tua biasa.
Kondisi tersebut dikenal sebagai melena, yaitu BAB berwarna hitam akibat adanya perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas (PSCBA), seperti lambung atau usus dua belas jari. Darah yang berasal dari bagian ini akan tercerna terlebih dahulu, sehingga menyebabkan tinja tampak hitam saat dikeluarkan
Nah, sebenarnya “Melena” itu apa sih?
Melena merupakan kondisi terjadinya perubahan feses atau tinja yang lengket dan hitam seperti aspal dengan bau busuk dan perdarahan yang terjadi sejumlah 50-100 mL atau lebih dimana salah satu penyebab melena adalah berasal dari kelainan pada kerongkongan (esofagus), lambung (gaster), atau usus dua belas jari (duodenum)1. Baru-baru ini banyak pasien datang ke Rumah Sakit dalam kondisi kadar hemoglobinnya sudah menurun drastis bahkan cenderung kritis lebih banyak berada di angka < 6 g/dL akibat terjadinya pendarahan pada saluran cerna bagian atas dengan tanda yang muncul berupa BAB berwarna hitam.
Saat dilakukan pemeriksaan seringkali penyebab terjadinya pendarahan tersebut adalah dikarenakan kebiasaan mengkonsumsi obat-obat antinyeri dan kortikosteroid jangka panjang dan dalam hal ini lebih sering menggunakan obat dexamethasone yang sering dibeli langsung dari apotek. Jelas, pasti ada alasan mengapa seseorang menjadi terlalu sering mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Dari beberapa laporan kasus penderita pendarahan saluran cerna bagian atas (PSCBA) ternyata alasan utama seringnya mengkonsumsi obat anti nyeri dan steroid adalah karena menderita asam urat. Sayangnya, yang diobati sering kali hanya rasa nyerinya, sementara kadar asam urat sebagai penyebab utama tidak ditangani dengan pengobatan yang tepat.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan saluran cerna bagian atas (PSCBA). Tukak lambung adalah penyebab paling umum dari pendarahan saluran cerna bagian atas (PSCBA), terhitung hingga sekitar 50% dari kasus; peningkatan angka kejadian disebabkan oleh obat anti nyeri seperti ibuprofen atau piroxicam. Selain itu, obat-obatan golongan kortikosteroid seperti dexamethasone dapat meningkatkan risiko luka pada lambung karena mengganggu lapisan pelindung lambung dan meningkatkan produksi asam lambung2.
Hal yang paling memprihatinkan dari kejadian pendarahan saluran cerna bagian atas (PSCBA) ini adalah kenyataan bahwa banyak sekali orang yang mengalami hal ini, namun tidak menyadari bahaya yang akan terjadi jika pendarahannya tidak segera di atasi. Seseorang akan terus kehilangan banyak darah hingga angka kritis dan suatu saat akan mengancam jiwa. Inilah kenyataan mengapa Melena dijuluki sebagai “Si Hitam Pekat yang mengancam Jiwa. Pasien ICU dengan perdarahan hebat akibat pendarahan saluran cerna bagian atas (PSCBA) mungkin memiliki angka kematian mendekati 48,5% hingga 65%3. Sehingga_penanganan perlu dilakukan dengan segera dan tepat dalam penanganan kegawatdaruratan medis agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan4. Selain itu, kebutuhan akan edukasi terhadap Masyarakat menjadi sebuah keharusan untuk mencegah semakin banyaknya kasus pendarahan saluran cerna bagian atas (PSCBA), edukasi mengenai kondisi atau gejala berupa BAB Hitam yang tidak boleh dianggap remeh dan penggunaan obat anti nyeri serta kortikosteroid jangka panjang.
Artikel direview oleh : apt. Safira Aulia, S.Farm
Sumber Pustaka :
- Ahmed, H. O., & Ahmed, S. H. (2020). Etiology of lower gastrointestinal bleeding in Sulaimani governorate-Kurdistan region-Iraq-retrospective cross-sectional study. International Journal of Surgery Open, 22, 6–11. https://doi.org/10.1016/j.ijso.2019.09.002
- Luo JC, Chang FY, Lin HY, Lu RH, Lu CL, Chen CY, Lee SD. The potential risk factors leading to peptic ulcer formation in autoimmune disease patients receiving corticosteroid treatment. Alliment Pharmacol Ther 2002;16:1241 124815. Terranova MP, Castelnu
- Toews, Ingrid, et al. "Pharmacological interventions for preventing upper gastrointestinal bleeding in people admitted to intensive care units: a network meta-analysis." BMJ Evidence-Based Medicine 30.1 (2025): 22-35.
- Syafitri, H., & Andriyati, A. (2022). Seorang Laki-Laki Usia 52 Tahun dengan Hematemesis-Melena EC Rptur Varises Esofagus: Laporan Kasus. Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta, 519-534.