Skincare
Sumber: https://img.onmanorama.com/content/dam/mm/en/food/features/images/2022/8/13/raw-carrot.jpg?w=1120&h=583
Eat Your Retinol, Apakah Efektif?
Ditulis oleh Ellen Nathania Yunita, S.Farm.
2 Jan 2026 00:29
Memiliki kulit yang sehat dan menunjang penampilan merupakan impian bagi banyak orang. Tak heran berbagai tips kecantikan tak pernah sepi berseliweran di jagat maya. Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan tren bertajuk "Eat Your Retinol". Jika biasanya trend kecantikan memuat rekomendasi berbagai produk perawatan kulit, trend kali ini justru berbeda. Tak ada produk kecantikan yang ditawarkan melainkan resep salad wortel yang diklaim dapat meningkatkan kesehatan kulit secara alami.
Dalam beberapa waktu terakhir, retinol menjadi salah satu primadona dalam dunia kecantikan. Senyawa ini telah banyak digunakan dalam mengatasi berbagai masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, gangguan penebalan kulit akibat penumpukan keratin atau hiperkeratotik, kemerahan, serta tanda-tanda penuaan. Retinol bekerja dengan meningkatkan pergantian sel kulit, membersihkan pori-pori, mengangkat sel kulit mati, dan merangsang produksi kolagen¹. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan krim mengandung tretionin yang merupakan salah satu dari bentuk retinol, dapat mencegah tanda penuaan akibat sinar UV seperti kulit kasar, penurunan pigmen, serta garis halus dan kerutan pada hewan uji. Saat ini, retinol dapat ditemukan dalam berbagai produk kecantikan seperti krim, serum dan losion2.
Retinol merupakan bentuk sintetik dari vitamin A. Baik retinol maupun vitamin A memiliki manfaat serupa bagi tubuh. Vitamin A merupakan vitamin larut lemak yang berperan dalam kesehatan penglihatan, perkembangan sel, sistem imun, serta regulasi ekspresi gen. Kebutuhan harian vitamin A pada tiap orang berbeda sesuai usia dan jenis kelamin. Pada orang dewasa, kebutuhan asupan vitamin A untuk laki-laki sebesar 900 mcg sementara untuk perempuan sebesar 700 mcg3.
Vitamin A dapat diperoleh dari berbagai sumber pangan baik nabati maupun hewani. Wortel telah lama dikenal sebagai salah satu sumber nabati yang kaya akan vitamin A. Satu batang wortel seberat 78 gram mengandung 30 kalori dan mampu memenuhi 110% kebutuhan harian vitamin A4. Selain wortel, sumber vitamin A hewani meliputi hati, produk susu, dan ikan, sedangkan sumber nabati lainnya mencakup brokoli, kacang-kacangan, bayam, labu, dan melon5.
Dengan berbagai manfaat tersebut, muncul pertanyaan apakah konsumsi makanan tinggi vitamin A benar-benar dapat meningkatkan kesehatan kulit? Penelitian yang dilakukan Morgado-Carrasco dkk (2023) menemukan bahwa konsumsi isotretinoin, salah satu bentuk dari retinol, dapat mengurangi penumpukan komedo, meregulasi minyak pada wajah, serta memberikan efek antiinflamasi6. Penelitian lain yang dilakukan oleh Bravo et al (2015), menunjukkan peningkatan elastisitas kulit setelah 12 minggu konsumsi isotretinoin7. Namun diingat bahwa isotretinoin merupakan obat keras yang memerlukan perhatian khusus pada dosis yang diberikan, berbeda dengan vitamin A yang diperoleh melalui makanan. Oleh karena itu, manfaat isotretinoin tidak dapat disamakan dengan konsumsi makanan tinggi vitamin A.
Meski memiliki berbagai manfaat, asupan vitamin A tetap harus diperhatikan. Kelebihan konsumsi vitamin A maupun penggunaan topikal retinoid dapat menimbulkan dampak negatif pada kulit, termasuk kerontokan rambut dan penurunan fungsi kelenjar sebasea⁸. Padahal kelenjar ini berperan penting dalam menghasilkan sebum yang menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari infeksi bakteri⁹. Selain itu, vitamin A tidak dianjurkan untuk wanita hamil karena berpotensi menyebabkan kelainan pada janin¹⁰.
Kembali pada tren “Eat Your Retinol”, konsumsi wortel tentunya bermanfaat, namun porsi makanan sumber vitamin A tetap harus dikendalikan. Selain itu, penggunaan kecap asin dalam resep ini juga perlu diperhatikan, terlebih untuk pengidap hipertensi. Dalam satu sendok maka kecap asin, terkadung sekitar 879 mg natrium. Jumlah natrium ini telah memenuhi 38,2% kebutuhan natrium harian11. Penggunaan cuka dalam resep ini juga perlu diperhatikan karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung khususnya jika memiliki gangguan lambung12. Konsumsi retinol juga tidak dapat menggantikan kosmetik dengan kandungan retinol. Retinol yang diaplikasikan langsung lebih cepat dan efektif menimbulkan efek pada kulit. Konsmsi makanan dengan gizi seimbang, menerapkan gaya hidup sehat, tidur teratur, dan mengendalikan stress dapat membantu menjaga kesehatan kulit13.
Referensi
- Clevland Clinic. (2022). Retinol is a form of vitamin A used in skin products to clear acne and minimize the signs of aging skin. Tersedia daring pada: https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/23293-retinol [Accessed 19 Oct. 2025].
- Farris, Patricia. (2022). SUPPLEMENT ARTICLE: Retinol: The Ideal Retinoid for Cosmetic Solutions. Journal of Drugs in Dermatology. Tersedia daring pada: https://jddonline.com/articles/supplement-article-retinol-the-ideal-retinoid-for-cosmetic-solutions-S1545961622S00s4X/ [Accessed 25 Oct. 2025].
- NIH (2025). Office of Dietary Supplements - Vitamin A and Carotenoids. Tersedia daring pada: https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminA-HealthProfessional/ [Accessed 23 Oct. 2025].
- Human Foods Program (2024). Nutrition Information for Raw Vegetables. Tersedia daring pada: https://www.fda.gov/food/nutrition-food-labeling-and-critical-foods/nutrition-information-raw-vegetables [Accessed 30 Dec. 2025].
- Institute of Medicine (US), M. (2015). Vitamin A. Tersedia daring pada: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK222318/ [Accessed 19 Oct. 2025].
- Bravo, D.R. Azulay, R.R. Luiz, C.A. Mandarim-de-Lacerda, T. Cuzzi, M.M. Azulay. Oral isotretinoin in photoaging: objective histological evidence of efficacy and durability An Bras Dermatol, 90 (2015), pp. 479-486
- Morgado-Carrasco, D., Gil-Lianes, J., Jourdain, E. and Piquero-Casals, J. (2023). Oral Supplementation and Systemic Drugs for Skin Aging: A Narrative Review. Actas Dermo-Sifiliográficas, 114(2), pp.T114–T124. doi:https://doi.org/10.1016/j.ad.2022.09.021.
- VanBuren, C.A. and Everts, H.B. (2022). Vitamin A in Skin and Hair: An Update. Nutrients, [online] 14(14), pp.2952–2952. doi:https://doi.org/10.3390/nu14142952.
- Diez-Simon, C., Eichelsheim, C., Mumm, R. and Hall, R.D. (2020). Chemical and Sensory Characteristics of Soy Sauce: A Review. Journal of Agricultural and Food Chemistry, [online] 68(42), pp.11612–11630. doi:https://doi.org/10.1021/acs.jafc.0c04274.
- Evgenia Makrantonaki, Ruta Ganceviciene and Zouboulis, C.C. (2011). An update on the role o the sebaceous gland in the pathogenesis of acne. Dermato-Endocrinology, [online] 3(1), pp.41–49. doi:https://doi.org/10.4161/derm.3.1.13900.
- McEldrew, E.P., Lopez, M.J. and Milstein, H. (2025). Vitamin A. [online] Nih.gov. Tersedia daring pada: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482362/ [Accessed 25 Oct. 2025].
- The Nutrition Source - Harvard Chan School. (2017). Vinegar • The Nutrition Source. Tersedia daring pada: https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/food-features/vinegar/ [Accessed 25 Oct. 2025]
- Penso, L., Touvier, M., Mélanie Deschasaux, Fabien, Serge Hercberg, Khaled Ezzedine and Sbidian, E. (2020). Association Between Adult Acne and Dietary Behaviors. JAMA Dermatology, [online] 156(8), pp.854–854. doi:https://doi.org/10.1001/jamadermatol.2020.160
Tags :
Retinol
ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL POPULER
-
Manfaat Minyak Jarak (Castor Oil) untuk Kulit, Rambut, dan Lainnya
20 Feb 2024 16:28
-
Mengenal Cara Pakai Inhaler, Diskus, dan Turbuhaler Serta Perbedaannya
29 Okt 2024 07:53
-
Cara Menurunkan Berat Badan Berbasis Ilmiah
21 Mar 2023 18:25
-
Apa itu Peptida? Apa Saja Manfaat Peptida untuk Tubuh?
20 Feb 2024 16:28
-
Mengenal Antibodi Monoklonal sebagai Targeted Therapy
5 Sep 2023 11:55
Komentar
Belum ada komentar