Tubuh manusia tersusun atas banyak mineral esensial yang memiliki manfaat masing-masing bagi tubuh, salah satunya yaitu Zinc. Apa itu Zinc? Dan apa manfaatnya bagi tubuh khususnya untuk kesehatan kulit? Mari kita bahas.
Zinc (Zn) atau dikenal sebagai seng merupakan trace mineral atau mineral penting dalam jumlah kecil di tubuh terbanyak kedua setelah besi.1 Mineral ini berperan penting dalam memperkuat daya tahan tubuh, meredakan peradangan, dan mempercepat penyembuhan luka. Karena tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, asupan Zinc harus dipenuhi dari makanan dan suplemen.2 Kekurangan Zinc dapat menimbulkan gangguan kulit, tulang, sistem pencernaan, menurunkan daya tahan tubuh, menghambat pertumbuhan, serta meningkatkan risiko infeksi.3,4
Zinc pada Kesehatan Kulit
Zinc berperan dalam menjaga kesehatan kulit. Mineral ini memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu meredakan peradangan pada kulit, mempercepat penyembuhan luka, dan mendukung regenerasi sel melalui stimulasi produksi kolagen untuk membentuk jaringan kulit baru.2 Dalam produk tabir surya, Zinc Oxide berfungsi melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan kulit terbakar, penuaan dini, dan meningkatkan risiko kanker kulit.5
Zinc pada Jerawat
Jerawat merupakan penyakit kulit umum yang mempengaruhi sekitar 9,4% populasi dunia. Kondisi ini disebabkan oleh penyumbatan kelenjar penghasil minyak, infeksi bakteri, serta peradangan.6 Zinc dapat membantu mengatasi jerawat dengan cara mengurangi inflamasi, menghambat pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes, dan mengatur produksi sebum (minyak) oleh kelenjar minyak yang dapat menyumbat pori-pori.2,7
Dosis Zinc
Suplemen Zinc, baik yang diminum maupun topikal (dioles), sering digunakan untuk mengatasi jerawat. Asupan harian yang direkomendasikan adalah 8 mg untuk wanita dewasa dan 11 mg untuk pria, dengan batas maksimal 40 mg per hari. Kebutuhan Zinc dapat berbeda tergantung jenis kelamin, usia, dan kondisi tubuh, sehingga penggunaan dosis suplemen untuk jerawat sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Berbeda dengan terapi diare pada anak, Zinc diberikan 10-20 mg per hari selama 10-14 hari.4
Sumber Zinc
Zinc dapat diperoleh dari makanan seperti seafood (tiram, kepiting, udang, kerang), daging merah dan unggas, ikan (sarden, salmon), kacang-kacangan, susu, telur, cokelat, dan sayuran (kangkung, buncis). Ada banyak bentuk Zinc yang dapat dikonsumsi oleh manusia seperti Zinc Glycinate, Zinc Acetate, Zinc Chloride, Zinc Citrate, Zinc Gluconate, Zinc Oxide, Zinc Picolinate, Zinc Stearate, Zinc Sulfate.9 Namun dalam suplemen di Indonesia, Zinc biasanya tersedia dalam bentuk Zinc Sulfate, Zinc Acetate, Zinc Picolinate, atau Zinc Glukonate, sedangkan pada produk topikal biasanya berupa Zinc Oxide. Zinc Picolinate merupakan bentuk Zinc yang paling mudah diserap tubuh dari pada bentuk Zinc lainnya.9 Suplemen diperlukan pada kondisi tertentu, terutama bagi individu dengan risiko kekurangan Zinc. Namun, penggunaannya harus sesuai anjuran dokter untuk menentukan dosis yang tepat dan mencegah overdosis yang dapat menimbulkan efek samping seperti mual, pusing, gangguan lambung, muntah, dan hilangnya nafsu makan.4
Artikel direview oleh : apt. Safira Aulia, S.Farm
Referensi:
- Fatimah, D.S. dan Gozali, D. 2021. Review Artikel: Peran Zink, Vitamin C dan D Dalam Meningkatkan Imunitas Tubuh. Farmaka, 19(3): 40-47.
- Kemenkes. 2022. Manfaat Zinc. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Tersedia daring pada: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/760/manfaat-ZincZinc. [Diakses: 22 Januari 2026].
- Ilmi, V. Y. A., Maharani, N., Dieny, F. F., dan Fitranti, D. Y. 2021. Asupan Protein, Zink, dan Defisiensi Zink pada Santriwati Underweight. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 18(2): 69-77. doi: 10.22146/ijcn.64951.
- NIH. 2026. Zinc. Tersedia daring pada: https://ods.od.nih.gov/factsheets/Zinc-HealthProfessional/. [Diakses: 22 Januari 2025].
- Taufiqurrahman, M., Iju, S. K., Leswana, N. F., Pijaryani, I., dan Rahim, A. 2025. Pengaruh Konsentrasi Zinc Oxide terhadap Aktivitas dan Mutu Fisik Losion Tabir Surya Berbasis Fraksi n-Heksana Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.). Majalah Farmasetika, 10(2): 159-171. doi: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.61952.
- Kubala, J. 2022. Zinc: Everything You Need to Know. Healthline. Tersedia daring pada: https://www.healthline.com/nutrition/ZincZinc#what-it-is. [Diakses: 22 Januari 2026].
- Yee, B. E., Richards, P., Sui, J. Y., dan Marsch, A. F. 2020. Serum Zinc Levels and Efficacy of Zinc Treatment in Acne Vulgaris: A Systematic Review and Meta-analysis. Dermatologic Therapy. doi: 10.1111/dth.14252.
- West, H. 2024. The 10 Best Food That are High in Zinc. Healthline. Tersedia daring pada: https://www.healthline.com/nutrition/best-foods-high-in-ZincZinc. [Diakses: 22 Januari 2025].
- NIH. 2024. Comparative Absorption and Bioavailability of Various Chemical Forms of Zinc in Humans: A Narrative Review. Tersedia daring pada: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11677333/ . [Diakses: 11 Maret 2026].