Banyak orang mengenal soda kue (baking soda) sebagai bahan pengembang kue atau pembersih rumah tangga. Ternyata, zat yang bernama natrium bikarbonat (NaHCO₃) ini memiliki berbagai manfaat kesehatan yang sudah diteliti secara ilmiah. Meski begitu, penggunaannya tetap harus bijak dan tidak berlebihan.
Apa Itu Soda Kue?
Soda kue adalah senyawa alkali ringan yang dapat menetralkan asam. Karena sifatnya tersebut, soda kue kerap digunakan dalam pengobatan rumahan maupun terapi medis tertentu, seperti gangguan lambung, iritasi kulit, atau menjaga kesehatan mulut.
Manfaat Soda Kue untuk Kesehatan
Beberapa manfaat kesehatan soda kue yang didukung penelitian antara lain:
1. Meredakan Asam Lambung / Heartburn
Soda kue bekerja sebagai antasida yang dapat menetralkan asam lambung sehingga membantu meredakan heartburn atau refluks asam¹
2. Membantu Pemulihan Setelah Olahraga
Larutan natrium bikarbonat dapat membantu meningkatkan performa olahraga intensitas tinggi dan mengurangi kelelahan otot dengan menyeimbangkan pH darah²
3. Membantu Mengatasi Iritasi Kulit Ringan
Mandi atau kompres dengan baking soda dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada kulit, termasuk akibat gigitan serangga atau iritasi ringan. Namun, penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan hati-hati karena penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi kulit atau efek samping lainnya.³
4. Menjaga Kesehatan Mulut
Soda kue memiliki sifat antibakteri ringan dan mampu meningkatkan efektivitas pembersihan gigi, serta membantu mengurangi bau mulut⁴
5. Membantu Menurunkan Gatal pada Infeksi Jamur
Sifat alkali soda kue dapat menghambat pertumbuhan beberapa jamur penyebab infeksi kulit⁵
Cara Penggunaan dan Aturan Pakai
1. Untuk lambung:
Campurkan ½ sendok teh soda kue dalam 200 ml air, diminum perlahan.
Maksimal 2x sehari dan tidak boleh diminum setiap hari dalam jangka panjang.
2. Untuk kulit:
Tambahkan 2–3 sendok makan soda kue ke air mandi atau buat pasta dengan air untuk area kulit gatal.
3. Untuk kesehatan mulut:
Gunakan sebagai kumur (1/2 sendok makan dalam 1 gelas air 50 mL).
Tidak disarankan menggosok gigi dengan baking soda setiap hari karena dapat mengikis enamel.
Catatan: Penggunaan internal sebaiknya tidak dilakukan rutin dan hanya bila perlu.
Bahaya Pemakaian Jangka Panjang
Penggunaan soda kue berlebihan dapat menyebabkan:⁶'⁷
- Alkalosis metabolik (pH tubuh terlalu basa)
- Hipernatremia (kelebihan natrium)
- Risiko gangguan ginjal
- Pembengkakan tubuh akibat retensi cairan
- Kerusakan enamel gigi
- Kasus keracunan soda kue sering berasal dari konsumsi berlebihan untuk mengatasi maag secara berulang.
Gunakan hati-hati pada individu dengan kondisi :⁸'⁹
- Gagal jantung, hipertensi, atau kondisi retensi cairan
- Penyakit ginjal (dengan pengawasan medis)
- Pasien dengan diet rendah natrium
- Penggunaan bersama obat tertentu (perlu monitoring)
Kesimpulan
Soda kue memang bukan hanya untuk membuat kue atau membersihkan rumah. Bahan sederhana ini memiliki berbagai manfaat kesehatan, mulai dari meredakan asam lambung hingga menjaga kesehatan mulut. Namun, penggunaannya harus sesuai aturan dan tidak berlebihan. Jika digunakan dengan bijak, soda kue dapat menjadi solusi kesehatan rumahan yang aman dan efektif.
Artikel direview oleh : apt. Safira Aulia, S.Farm
Referensi :
1. Gugler, R., & Allgayer, H. (1990). Effects of antacids on the clinical pharmacokinetics of drugs: An update. Clinical Pharmacokinetics, 18(3), 210–219. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/1969784/
2. Carr, A. J., Hopkins, W. G., & Gore, C. J. (2011). Effects of acute alkalosis and acidosis on performance: A meta-analysis. Sports Medicine, 41(10), 801-814. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21923200/
3. Dugué, C., Baiyasi, M., Jackson, S., Tolliver, S., Daveluy, S. (2024). Baking soda and the skin: A review of baking soda in dermatology. Journal of Integrative Dermatology. Published online August 29, 2024. https://doi.org/10.64550/joid.xph19q87
4. Valkenburg, C., Kashmour, Y., Dao, A., van der Weijden, G. A., & Slot, D. E. (2019). The efficacy of baking soda dentifrice in controlling plaque and gingivitis: A systematic review. International Journal of Dental Hygiene, 17(2), 99–116. https://doi.org/10.1111/idh.12390
5. Faria-Gonçalves, P., Gaspar, C., Oliveira, A. S., Palmeira-de-Oliveira, R., Martinez-de-Oliveira, J., Gonçalves, T., Palmeira-de-Oliveira, A., & Rolo, J. (2025). Fungistatic effect of sodium bicarbonate against vulvovaginal Candida spp. Heliyon, 11(11), e43030. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2025.e43030
6. Fitzgibbons, L. J., & Snoey, E. R. (1999). Severe metabolic alkalosis due to baking soda ingestion: Case reports of two patients with unsuspected antacid overdose. The Journal of Emergency Medicine, 17(1), 57–61. https://doi.org/10.1016/S0736-4679(98)00123-1
7. Emmett, M. (2020). Metabolic alkalosis: A brief pathophysiologic review. Clinical Journal of the American Society of Nephrology, 15(12), 1848–1856. https://doi.org/10.2215/CJN.16041219
8. Mayo Clinic. (2012). Sodium bicarbonate: Drug information. Mayo Foundation for Medical Education and Research. Dapat diakses secara online di https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/sodium-bicarbonate-oral-route/description/drg-20065950
9. Cheng, F., Li, Q., Wang, J., Wang, Z., Zeng, F., & Zhang, Y. (2021). The effects of oral sodium bicarbonate on renal function and cardiovascular risk in patients with chronic kidney disease: A systematic review and meta-analysis. Therapeutics and Clinical Risk Management, 17, 1321–1331. https://doi.org/10.2147/TCRM.S344592