Bumil Wajib Tahu: Lindungi Tumbuh Kembang Janin dengan Pemenuhan Asam Folat yang Tepat

CH
Chaca Yasinta Nurhijriah
5
Bumil Wajib Tahu: Lindungi Tumbuh Kembang Janin dengan Pemenuhan Asam Folat yang Tepat

Bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil, istilah “asam folat” pasti sudah sangat akrab di telinga. Asam folat adalah salah satu bentuk dari folat, yaitu bagian dari vitamin B yang berfungsi membantu tubuh memproduksi sel-sel baru, memproduksi DNA, serta membantu pembelahan sel.1,2 Selama masa kehamilan, kebutuhan zat gizi ini melonjak tajam hingga lima sampai sepuluh kali lipat untuk mendukung perkembangan janin.3 Folat sangat penting dalam membantu perkembangan tabung saraf yang akan menjadi otak dan tulang belakang janin. Masalahnya, cacat lahir serius yang disebut cacat tabung saraf (neural tube defects / NTDs) terjadi pada beberapa minggu pertama kehamilan, sering kali sebelum seorang perempuan mengetahui bahwa dirinya sedang hamil. Pada saat kehamilan disadari, mungkin sudah terlambat untuk mencegah terjadinya NTDs.1 Oleh karena itu, semua perempuan yang memiliki kemungkinan untuk hamil sangat dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan folat harian.


Berapa Kebutuhan Dosis Hariannya?

Kebutuhan folat dasar perempuan usia 10 tahun ke atas adalah 400 mcg/hari. Namun, saat memasuki masa kehamilan, dosis ini wajib ditambah sebesar +200 mcg/hari sepanjang trimester 1 hingga trimester 3. Begitu pula saat menyusui, ibu memerlukan asupan tambahan sebesar +100 mcg/hari pada 6 bulan pertama dan 6 bulan kedua.4


Risiko Kekurangan Folat

Jika kekurangan folat, janin berisiko mengalami Neural Tube Defects (NTDs). NTDs adalah cacat lahir utama pada otak bayi (seperti anensefali) dan tulang belakang (seperti spina bifida).1 Selain itu, kekurangan zat gizi ini dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah.2 Sementara bagi ibu, kekurangan folat dikaitkan dengan risiko komplikasi seperti keguguran berulang, preeklamsia, dan diabetes melitus gestasional.3 Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan anemia megaloblastik yang menimbulkan kelelahan, sakit kepala, jantung berdebar-debar, dan sesak napas.2


Sumber Makanan dan Suplemen

Meskipun istilah folat dan asam folat sering kali digunakan secara bergantian, keduanya sebenarnya berbeda. Folat adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan berbagai bentuk vitamin B9.1 Folat secara alami terkandung di dalam makanan seperti hati sapi, sayuran berdaun hijau, buah-buahan (terutama jeruk), serta kacang-kacangan, buncis, dan kacang polong.2

Sementara itu, asam folat adalah bentuk sintetis yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan yang difortifikasi atau diperkaya, contohnya sereal sarapan. Selain pada makanan fortifikasi, bentuk ini juga digunakan dalam pembuatan suplemen. Di pasaran sendiri, suplemen tersebut sudah banyak tersedia dalam bentuk tunggal, multivitamin, vitamin prenatal, maupun B-kompleks.2 


Perbedaan Asam Folat dan Folat Aktif (5-MTHF)

Semua bentuk folat, baik alami maupun sintetis, harus dimetabolisme terlebih dahulu oleh tubuh menjadi bentuk aktif yang bersirkulasi di dalam darah, yaitu 5-MTHF. Masalahnya, sekitar 40% orang di dunia memiliki mutasi genetik (disebut polimorfisme MTHFR) yang membuat tubuh kesulitan atau bahkan gagal mengubah asam folat menjadi bentuk aktif tersebut. Akibatnya, ibu hamil yang memiliki mutasi ini berisiko tetap mengalami kekurangan kadar folat di dalam tubuhnya. Oleh karena itu, suplemen berbentuk folat aktif (5-MTHF) menjadi pilihan yang jauh lebih baik untuk kasus seperti ini karena dapat langsung digunakan oleh tubuh tanpa melalui proses metabolisme lagi.3


Pentingnya Konsultasi Kesehatan

Konsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum memilih suplemen sangat penting untuk menentukan dosis yang tepat sesuai usia kehamilan. Tenaga kesehatan juga dapat membantu menilai apakah tubuh memerlukan asam folat atau bentuk folat aktif (5-MTHF) demi menghindari risiko kegagalan penyerapan akibat variasi genetik.


Artikel direview oleh : apt. Safira Aulia, S.Farm


Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevention. 2025. About Folic Acid, CDC, available at: https://www.cdc.gov/folic-acid/about/index.html. [Accessed: 14 June 2026]. 
  2. National Institutes of Health. 2022. Folate: Fact Sheet for Consumers, NIH Office of Dietary Supplements, available at: https://ods.od.nih.gov/factsheets/Folate-Consumer/. [Accessed: 14 June 2026]. 
  3. Carboni L. Active Folate Versus Folic Acid: The Role of 5-MTHF (Methylfolate) in Human Health. Integr Med (Encinitas). 2022 Jul;21(3):36-41. PMID: 35999905; PMCID: PMC9380836. 
  4. Kemenkes RI. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. [Online] Available at: https://peraturan.bpk.go.id/Details/138621/permenkes-no-28-tahun-2019. [Accessed: 14 June 2026].


Komentar (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang artikel ini.